Menurut Yonhap Infomax, Layanan Pengawas Keuangan Korea Selatan (FSS) memperluas penyelidikannya atas dugaan penjualan obligasi korporat JTBC yang tidak semestinya pada 8 Juli, dengan menambahkan Hanyang Securities sebagai target pemeriksaan baru. Langkah ini muncul enam hari setelah FSS mulai menginspeksi penjamin pelaksana utama, Shinhan Investment Securities, dan Kiwoom Securities, yang menjual obligasi jangka pendek berbasis aset kepada investor individu.
Hanyang Securities berpartisipasi sebagai penjamin emisi dalam penerbitan obligasi JTBC, termasuk mengambil 9,3 miliar won dari volume yang terserap berlebih selama penawaran 50 miliar won pada Agustus 2025 serta terlibat dalam penerbitan senilai 93 miliar won pada Februari 2026. FSS tengah meninjau apakah Hanyang Securities melakukan uji tuntas yang memadai terhadap kondisi keuangan JTBC yang memburuk serta menyampaikan risiko dengan benar kepada investor. JTBC gagal bayar atas pinjaman sekuritisasi senilai 20,6 miliar won pada 12 Juni.