Indeks KOSPI Korea turun ke level 6.700, dan investor ritel menjual bersih lebih dari 2,3 triliun won Korea Selatan

Alteogen-18,32%
EcoPro-6,22%
EcoPro BM-5,34%

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) pada 14 Juli pagi hari mengalami fluktuasi tajam. Hingga pukul 11.00 pagi, indeks berada di 6.712,84 poin, turun 1,38%. Di perdagangan, indeks sempat naik lebih dari 2% berkat pembelian saat harga melemah, hingga mendekati ambang batas 7.000 poin. Namun, kemudian tekanan jual membuat indeks kembali turun ke sekitar 6.700 poin. Investor individu mencatat net sell sebesar 2,3 triliun won Korea, sementara investor asing mencatat net buy sebesar 4.300 miliar won Korea.

KOSPI: Individu jual bersih 2,3 triliun won, lembaga dan investor asing justru beli berlawanan arah

Menurut laporan, arus dana KOSPI Korea pada 14 Juli 2026 menunjukkan pemisahan yang jelas:

Investor individu: net sell 2,3 triliun won Korea (pihak dengan penjualan terbesar)

Investor institusi: net buy 1,92 triliun won Korea (termasuk 1.170 miliar dari Dana Pensiun Nasional dan 1.110 miliar dari reksa dana)

Investor asing: net buy 4.300 miliar won Korea

Perusahaan sekuritas: net buy 9.800 miliar won Korea

KOSDAQ (individu): net buy 1.500 miliar won Korea; institusi net buy 440 miliar won Korea; investor asing net sell 2.119 miliar won Korea

Selat Hormuz diblokir, harga minyak tembus 80 dolar AS

Menurut laporan, ketegangan lanjutan antara AS dan Iran menjadi faktor utama yang mendorong pasar saham Korea pada 14 Juli: Iran kembali melakukan pemblokiran Selat Hormuz, sementara AS memulihkan serangan udara terhadap Iran; Presiden AS Trump mengumumkan pengenaan biaya 20% untuk barang yang melewati Selat Hormuz.

Harga minyak dunia pun mendekati 80 dolar AS per barel, mendorong saham emiten pengolahan minyak dan pelayaran bergerak kuat: S-OIL (13.260 won Korea) naik sekitar 14% (+1.620 won Korea); STX Green Logis (3.300 won Korea) menyentuh batas kenaikan harian (limit up), dengan kenaikan 29,92% (+760 won Korea).

Performa sektor semikonduktor dan KOSDAQ: SK Hynix turun 2%, Alteogen anjlok 15,32%

Menurut laporan, kinerja sektor semikonduktor terbelah: Samsung Electronics melemah tipis (253.500 won Korea, turun 0,39% atau sekitar 1.000 won Korea); SK Hynix turun sekitar 2%, dengan harga sekitar 1,8 juta won Korea; saham-saham besar seperti Samsung Electro-Mechanics, Samsung Life Insurance, dan Hyundai Motor juga mengalami penurunan.

Di KOSDAQ, indeks berkutat di sekitar 767 poin, turun mendekati 4%; Alteogen (268.000 won Korea) anjlok sekitar 15,32% (-48.500 won Korea); EcoPro dan EcoPro BM masing-masing turun hampir 7%; investor asing mencatat net sell 2.119 miliar won Korea yang menyeret KOSDAQ lebih rendah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Mengapa KOSPI sempat mendekati 7.000 poin saat sesi perdagangan 14 Juli lalu kembali turun?

Menurut laporan, setelah pembukaan yang lebih rendah, pada sesi pagi muncul pembelian saat harga melemah yang mendorong kenaikan lebih dari 2%, hingga sempat mendekati ambang 7.000 poin. Namun, tekanan jual segera meningkat kembali; investor individu pada hari itu mencatat net sell sebesar 2,3 triliun won Korea, sehingga indeks kembali turun ke sekitar 6.700 poin. Hingga pukul 11.17 pagi, indeks berada di 6.712,84 poin.

Apa dampak spesifik pemblokiran Selat Hormuz kembali terhadap pasar saham Korea?

Menurut laporan, pemblokiran Selat Hormuz yang kembali dilakukan membuat harga minyak internasional mendekati 80 dolar AS per barel, sehingga langsung mendorong lonjakan besar pada saham pengolahan minyak dan pelayaran Korea (S-OIL naik 14%, STX Green Logis menyentuh limit up). Pada saat yang sama, biaya lintas batas 20% yang diumumkan Trump memperkuat kekhawatiran pasar terhadap biaya energi dan inflasi, sehingga sentimen pasar secara keseluruhan ikut terdampak.

Bagaimana performa SK Hynix dan Samsung Electronics dalam gejolak pasar kali ini?

Menurut laporan, SK Hynix turun sekitar 2% pada hari itu, dengan harga sekitar 1,8 juta won Korea. Samsung Electronics melemah tipis 0,39% (sekitar 1.000 won Korea), menjadi 253.500 won Korea. Dua raksasa semikonduktor tersebut mencatat penurunan di tengah saham minyak yang menguat dan kondisi ketika investor individu melakukan penjualan berlebih. Hal ini kontras tajam dengan performa kuat sektor pengolahan minyak dan pelayaran.

Penafian: Informasi di halaman ini mungkin berasal dari sumber pihak ketiga dan hanya untuk referensi. Ini tidak mewakili pandangan atau pendapat Gate dan bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, atau hukum. Perdagangan aset virtual melibatkan risiko tinggi. Mohon jangan hanya mengandalkan informasi di halaman ini saat membuat keputusan. Untuk detailnya, lihat Penafian.
Komentar
0/400
Tidak ada komentar