Menurut Money Today, Otoritas Pengawas Keuangan Korea Selatan (Financial Supervisory Service/FSC) berencana menggelar sidang disipliner terkait penjualan Obligasi jangka pendek elektronik Homplus (ABSTB) yang tidak lengkap pada akhir Agustus, setelah masa libur selama empat minggu hingga 20 Agustus.
Investor individu membeli sekitar 1,77 miliar hingga 4 miliar won untuk obligasi tersebut, yang dijual oleh perusahaan sekuritas termasuk Hana Securities, Hyundai Motor Securities, dan Ujin Investment Securities.
Jika pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen Keuangan (Financial Consumer Protection Act) terbukti, sanksi secara teori dapat mencapai hingga 50% dari nilai investasi. Pejabat FSC menyatakan bahwa penyelidikan terhadap praktik penjualan yang tidak lengkap telah secara substansial selesai, dengan fokus pada apakah perusahaan sekuritas mematuhi ketentuan kesesuaian, kecukupan, dan pengungkapan saat menjual kepada investor individu.