Imbal hasil obligasi AS melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun pada semalam setelah pasar obligasi menandakan kekhawatiran atas konflik Iran yang berkepanjangan sehingga memicu kekhawatiran inflasi kembali. Imbal hasil Treasury tenor 10 tahun menembus 4,7% secara intraday, menandai level tertinggi sejak Januari, sementara imbal hasil tenor 30 tahun naik ke 5,18%, level tertinggi sejak 2007. Lonjakan tersebut terjadi setelah minyak mentah Brent melewati $100 per barel setelah kelompok pemberontak Houthi Yaman mengklaim serangan terhadap kapal-kapal milik Arab Saudi, dan baik AS maupun Iran menunjukkan potensi adanya aksi militer lanjutan. Para analis mengaitkan lonjakan imbal hasil dengan kekhawatiran inflasi yang didorong oleh harga minyak yang meningkat serta defisit fiskal AS yang melebar akibat belanja militer yang lebih besar. Ambang 4,5% pada imbal hasil 10 tahun dipandang sebagai level resistensi psikologis yang mencerminkan kekhawatiran pasar tentang inflasi dan keberlanjutan utang pemerintah.
Harga Minyak Mendorong Lonjakan Imbal Hasil Treasury Melewati Ambang Kunci
Minyak mentah Brent melewati $100 per barel pada semalam, memicu kembali kekhawatiran inflasi yang mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi. Art Hogan, kepala strategi pasar di B. Riley Asset Management, menyatakan bahwa "kecuali harga minyak turun, imbal hasil US Treasury juga tidak akan turun." Hogan menggambarkan zona di atas 4,5% pada imbal hasil Treasury 10 tahun sebagai "zona bahaya," yang menandakan investor sangat khawatir tentang inflasi. Scott Buchta, kepala strategi pendapatan tetap di Brean Capital, mengidentifikasi harga minyak sebagai pendorong utama kenaikan imbal hasil, dengan mengatakan bahwa "kembalinya minyak ke $100 sama sekali bukan kabar baik bagi pasar obligasi."
Belanja Pertahanan AS Memperluas Kekhawatiran Defisit Fiskal
Pasar obligasi merespons kekhawatiran tentang defisit fiskal AS yang melebar akibat meningkatnya pengeluaran militer untuk konflik Iran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth bersaksi dalam sidang Senat baru-baru ini bahwa sekitar $37,5 miliar telah dibelanjakan untuk perang melawan Iran, dan meminta tambahan dukungan anggaran sebesar $67 miliar. Hogan mencatat bahwa "isu defisit fiskal bukan cerita baru, tetapi situasinya terus memburuk." Kombinasi belanja militer yang meningkat dan kekhawatiran defisit yang sudah ada telah berkontribusi pada tekanan naik terhadap imbal hasil Treasury.
JP Morgan Peringatkan Imbal Hasil Treasury Mendekati Pemicu Koreksi Saham
JP Morgan menerbitkan laporan yang menyatakan bahwa "kekhawatannya adalah imbal hasil obligasi mendekati level yang dapat memicu koreksi pasar saham." Perusahaan tersebut menyebut pasar akan mengamati secara ketat apakah Presiden Donald Trump mengubah arah kebijakan sebagai respons terhadap lonjakan imbal hasil. Hubungan antara imbal hasil Treasury dan valuasi ekuitas telah memunculkan kekhawatiran di kalangan analis mengenai potensi efek lanjutan ke pasar saham jika imbal hasil terus naik.
Analis Memperkirakan Imbal Hasil Treasury Tetap Tinggi hingga Akhir Tahun
Analis pasar memperkirakan imbal hasil obligasi Treasury AS akan tetap di atas 4,5% dalam waktu dekat. Buchta menyatakan bahwa perkiraan awalnya untuk imbal hasil 10 tahun mencapai 4,5-4,6% pada akhir tahun telah berubah karena perang Iran. Ia memperkirakan bahwa "jika perang Iran berlangsung lebih lama dan harga minyak naik lebih lanjut, imbal hasil Treasury 10 tahun bisa naik ke kisaran 4,6-4,8%." Prospek tersebut mencerminkan ekspektasi bahwa ketegangan geopolitik dan dinamika pasar energi akan terus memengaruhi pasar pendapatan tetap.
FAQ
Apa yang menyebabkan imbal hasil US Treasury melonjak semalam?
Imbal hasil US Treasury melonjak setelah imbal hasil 10 tahun menembus 4,7% secara intraday dan imbal hasil 30 tahun mencapai 5,18%, dipicu oleh minyak mentah Brent yang melewati $100 per barel setelah serangan Houthi terhadap kapal-kapal Arab Saudi serta meningkatnya tensi AS-Iran. Para analis mengidentifikasi harga minyak yang meningkat dan defisit fiskal yang melebar akibat belanja militer sebagai pendorong utama.
Mengapa analis memandang 4,5% sebagai ambang kritis untuk imbal hasil Treasury?
Para analis menggambarkan level 4,5% pada imbal hasil Treasury 10 tahun sebagai garis resistensi psikologis dan "zona bahaya" yang mencerminkan kekhawatiran serius pasar tentang inflasi dan defisit fiskal AS. Art Hogan dari B. Riley Asset Management menyatakan bahwa ambang ini menandakan investor sangat khawatir tentang kebangkitan inflasi.
Bagaimana prospek imbal hasil US Treasury pada akhir tahun?
Scott Buchta dari Brean Capital merevisi perkiraan akhir tahunnya untuk imbal hasil Treasury 10 tahun dari 4,5-4,6% menjadi kisaran potensial 4,6-4,8% jika perang Iran memanjang dan harga minyak terus meningkat. Pelaku pasar memperkirakan imbal hasil akan tetap tinggi di atas 4,5% selama ketegangan geopolitik dan harga energi tetap tinggi.