Kim Young-do, peneliti senior di Korea Institute of Finance, mengusulkan pengenaan retribusi manajemen makroprudensial atas pinjaman perumahan bernilai tinggi pada forum Komisi Layanan Keuangan yang diadakan pada 15 Januari. Retribusi tersebut akan membebankan biaya tambahan kepada peminjam yang mengambil pinjaman hipotek besar untuk membeli rumah mahal. Usulan ini bertujuan mengelola utang rumah tangga dan kenaikan harga perumahan secara bersamaan dengan menaikkan biaya pinjaman, bukan membatasi langsung jumlah pinjaman, berbeda dengan regulasi yang sudah ada terkait loan-to-value (LTV) dan debt service ratio (DSR) yang membatasi ukuran pinjaman.
Kim Young-do Mengusulkan Struktur Retribusi Berbeda untuk Pinjaman Perumahan
Kim Young-do memaparkan struktur retribusi dengan tarif yang dibedakan berdasarkan harga perumahan dalam forum tersebut. Properti senilai di bawah 500 juta won tidak akan dikenai retribusi. Rumah dengan harga antara 500 juta dan 1,5 miliar won akan menghadapi tarif retribusi 1%, sementara properti di atas 1,5 miliar won akan dikenai tarif 2%.
Peneliti tersebut memberikan contoh numerik spesifik untuk menggambarkan penerapan retribusi. Seorang peminjam yang mengambil hipotek 500 juta won untuk membeli rumah senilai 1 miliar won akan membayar retribusi tahunan sebesar 5 juta won (1%). Untuk pinjaman 600 juta won atas properti bernilai 1,5 miliar won, retribusi tahunannya akan mencapai 12 juta won (2%). Retribusi ini akan dikenakan sebagai tambahan atas tarif bunga hipotek standar.
Target Kebijakan Investasi Perumahan Bernilai Tinggi Lewat Kenaikan Biaya
Mekanisme retribusi bekerja dengan menaikkan biaya pendanaan peminjam agar menurunkan imbal hasil yang diharapkan dari investasi perumahan bernilai tinggi. Berbeda dengan regulasi LTV, DSR, dan total volume pinjaman rumah tangga yang saat ini membatasi jumlah yang dapat dipinjam secara langsung, retribusi manajemen makroprudensial ini tidak mengurangi batas pinjaman, melainkan menekan permintaan dengan meningkatkan biaya hipotek.
Forum Komisi Layanan Keuangan Mengidentifikasi Pertimbangan Implementasi
Diskusi dalam forum mengidentifikasi beberapa pertanyaan implementasi yang belum terselesaikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Pertimbangan utama termasuk menentukan apakah retribusi dikenakan kepada peminjam atau institusi keuangan, memutuskan bagaimana mengalokasikan pendapatan yang dikumpulkan, serta mengembangkan langkah untuk mencegah efek balon ketika permintaan beralih dari pinjaman bank ke kanal pembiayaan non-bank atau swasta.
Kim Young-do menekankan bahwa ambang batas dan tarif spesifik yang dipaparkan berfungsi sebagai contoh ilustratif untuk menjelaskan efek kebijakan, bukan standar yang telah final. Retribusi manajemen makroprudensial masih merupakan ide kebijakan yang disajikan pada forum publik, bukan regulasi yang dikonfirmasi oleh otoritas keuangan. Institusionalisasi di masa depan akan memerlukan pembentukan kerangka kerja hukum untuk memberikan kewenangan retribusi, bersama dengan spesifikasi rinci mengenai properti sasaran, cakupan pinjaman, tarif, dan kriteria pengecualian.
FAQ
Berapa tarif retribusi yang diusulkan Kim Young-do untuk pinjaman perumahan bernilai tinggi pada 15 Januari?
Kim Young-do mengusulkan tidak ada retribusi untuk properti di bawah 500 juta won, tarif 1% untuk rumah di antara 500 juta dan 1,5 miliar won, serta tarif 2% untuk properti di atas 1,5 miliar won. Tarif-tarif ini akan berlaku pada jumlah pinjaman hipotek sebagai retribusi tahunan yang terpisah dari biaya bunga.
Bagaimana retribusi manajemen makroprudensial berbeda dari regulasi LTV dan DSR yang sudah ada?
Regulasi LTV dan DSR yang berlaku saat ini secara langsung membatasi jumlah yang dapat diperoleh peminjam melalui pinjaman hipotek. Retribusi manajemen makroprudensial yang diusulkan tidak membatasi jumlah pinjaman, melainkan menaikkan biaya pinjaman dengan mengenakan retribusi tambahan, dengan tujuan menekan permintaan perumahan bernilai tinggi melalui peningkatan beban pendanaan, bukan pembatasan jumlah.